Sayang Dia atau sayang dia?

Awak kenal Allah?

“Adik-adik kenal Allah tak?..” Ternyata soalan aku itu berjaya mengundang kening seribu di wajah adik usrahku.Aku hanya senyum kerana memang itulah yang aku harapkan. “Mestilah kenal kak,dari kecik lagi dah kenal.” “Owh..kalau macam tu,sayang tak pada Allah?Boleh tak kalau adik-adik kenalkan akak pada Allah?” Tanya aku lagi. Dia terdiam seribu bahasa.

Aku yakin,bukan adik-adik usrahku sahaja yang akan terdiam bila ditanya soalan sebegitu,tapi rata-rata akan terdiam bila ditanya soalan seperti itu. Kenapa? Sebab kita terfikir sejenak,adakah betul kita sayang Allah dan kalau betul pun,sejauh mana perasaan kasih dan sayang kita kepada Nya?

Tapi cuba tanya soalan seperti “awak sayang tak mak ayah awak?” Ramai yang laju mengangguk dan tanpa ragu-ragu cakap, “mestilah sayang!” atau, “akak ni,gila apa. Ada ke tak sayang mak sendiri,dia yang melahir dan menyusukan kita..” Tengok,tanpa disuruh perkenalkan mak kita pun,kita secara spontan memperkenalkan siapa mak kita kepada dunia. Tapi kenapa rasa sukar bila nak memperkenalkan Allah sedangkan Allah mempunyai 99 nama yang hebat dan gah untuk diperkatakan,20 sifat wajib,20sifat mustahil dan 1 sifat harus.Sebabnya ialah,jauh di sudut hati kita,kita sendiri tahu yang kita sebenarnya tidak pasti tentang sebanyak mana kasih sayang kita buat Allah dan sebanyak mana kita kenal dengan Allah.

“..bila bersandar pada makhlukNya,tika terpisah,rasa kehilangan,tika terasing rasa ditinggalkan,jiwa menderita gelisah sentiasa.Biar bersandar hanya pada Tuhan,merasai cukup hanya denganNya,Allah sentiasa dalam jiwa.Biar terlihat tidak punya apa-apa,tetapi hati kaya dgn rasa kasih, dan cinta Ilahi,menjadi cahaya penyejuk jiwa…”

Kadang-kadang bila kita dilanda dugaan selalu kita bertanya “Kenapa jadi macam ni?”Sebagai satu contoh yang sangat sinonim dengan remaja ialah bila ditinggalkan kekasih.Pada masa itu,hati kita terguris ngilu. Sakit. Pedih. Marah. Semua bercampur menjadi satu dan mengundang airmata yang seolah-olah tida henti.

Tapi cuba bayangkan kalau Allah tinggalkan kita,pernah tak terlintas di fikiran kita soal itu?Kalau dengan yang tersayang seperti ibu bapa,kekasih,kawan-kawan,jauh di sudut  hati kita akan terdetik,”Jangan tinggalkan aku”.Rasa takut kehilangan itu membuak-buak malah untuk fikirkan kemungkinan perkara itu terjadi pun kita takut.Tapi,pernah tak dalam doa harian kita,kita berdoa, “Ya Allah,janganlah Engkau tinggalkan aku,sentiasalah di-sampingKU,kekallah di sisi-KU,walau Maut pun tidak mungkin akan memisahkan Engkau dan Aku..”Pernah?

Hakikatnya,Allah tidak pernah meninggalkan kita,yang pasti,kita dalam sedar atau tidak,tatkala kita sedang melompat meraih kemenangan Jepun dengan Cameroon,kita telah meninggalkan Allah buat sementara waktu. Cuba bayangkan,anda bersusah payah cipta sebuah robot untuk lakukan kerja untuk anda tapi ada satu masa,robot itu buat haluan sendiri,lansung tidak memperdulikan anda,apa yang anda akan rasa? Marah? Tension? Ar-rahman Allah,Allah tidak pernah marah pada hamba-hamba Nya selagi mereka memohon ampun kepada Allah. Allah itu selalu disisi kita malah lebih dekat dari urat leher tengkuk kita sendiri tapi wajarkah kita ambil kesempatan dengan kasih sayang yg dicurahkan dengan sebegitu hebat?

Selalu dalam hidup kita ini,tanpa kita sedari rasa sayang dan cinta terhadap makhlukNya melebihi dari rasa kasih dan cinta terhadap Pengurnia nikmat tersebut.Kita terlalu ‘menghargai’ masa sehingga melambatkan solat untuk belajar,menganggap masa itu emas dan sangat-sangat berharga.Namun,sedarkah kita bahawa masa itu juga adalah makhluk Allah? Dan bila diuji kita selalu terfikir apa salah kita sampai jadi macam ni?Bila doa tidak dimakbulkan kita sering tercari-cari dimana kekurangan amalan kita dan terus tertanya-tanya, “adakah Allah sedang merajuk dengan ku? Mana tidaknya, Dia kurniakan aku ibubapa untuk  menjagaku,kurniakan ku kawan untuk menceriakan ku tapi sebab mereka semua,aku lalai dari mengingatinya?”

Allah tidak makbulkan doa kita mungkin kerana terlalu rindu mendengar suara Hambanya hinggakan untuk dapat mendengar suara Hambanya Dia terpaksa susahkan kita dengan dugaan.Dia pun ingin mendengar suara manja kita minta pertolongan dariNya,Dia pun ingin mendengar suara tangis kita mengadu padaNya.Sedangkan suara kita ini Dia juga yang kurniakan Dia lebih berhak ke atasnya. Kalau kita kata mak kita sayang kita,kasih sayang Allah tu tentulah lebih berganda sebab dia yang mengurniakan ibu kepada kita.Pokoknya,janganlah kita terlalu menyayangi makhluk Allah sehingga kita terlupa Pencipta segala-galanya.

Ingatlah saudara saudari semuslim yang disayangi,

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah
kepadaKu.”

Q.S. 51:56.

Allah sangat mencintai hamba yang mencintaiNya, mengenalNya, yang beribadah kepadaNya. Bagaimana bisa mencintaiNya jika tidak mengenalNya. Bagaimana bisa mengenalNya jika tidak pernah beribadah sesuai aturanNya.Setiap amalan,usaha,ibadah kita di dunia pasti akan dibalas dengan setimpalnya walaupun seberat zarah.Jalannya dua,syurga atau neraka.

Mari kita renungkan, Apakah ibadah kita  hanya untuk menghindari neraka dan menggapai surga ? Bagaimana jika surga dan neraka tidak diciptakanNya. Apakah Allah tidak layak disembah ?
Allah sedemikan adanya, tidak akan berkurang atau bertambah oleh ibadah yang kita lakukan atau yang kita tinggalkan.Hendaklah difahami bahawa beribadat dengan Allah perlulah disertai dengan hati yang yakin,agar kita dapat mengenal Allah agar kita mencintai Allah.

Beribadah dengan seikhlas hati bukan kerana takutkan nerakaNya atau mahukan syurgaNya.Tapi atas dasar cinta.InsyaAllah saudara saudari di akhirat nanti kita akan dapt menatap wajah Allah.Dimana ianya merupakan nikmat yang terbesar dan puncak kenikmatn syurga. Tetapi karena Allah juga sangat mencintai kita, maka Allah pun menghendaki agar kita siap menatapNya yaitu dengan menciptakan makhluk yang namanya Neraka untuk membersihkan limbah-limbah diri kita yang menghalangi kita menatapNya. CintaNya mendahului  amarahNya.Maka,sudah siapkah kita untuk menatapNya?Bagaimana untuk siap menatapya jika kita sendiri tidak pasti sejauh mana kita kenal Allah?

Akhir kata, Masihkah kita enggan menghadapNya ? Masihkah kita menghadapNya dengan takut ?
Bukankah Allah lebih layak untuk dicintai daripada ditakuti ?

I Love U Allah,saya sayang Allah sangat-sangat,saya rindu Allah sangat..Rajin-rajinlah mengucapkan kata cinta in..Bukankah kata-kata kita itu satu doa? J

berusahalah untuk mencapai rasa cinta terhadap Allah…InsyaAllah, Allah mengetahui usaha kita..

Wallahu’alam….

Dihantar oleh : Hamba Allah


7 thoughts on “Sayang Dia atau sayang dia?

  1. cuma nak bertanya,
    kenapa tuhan menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaNya?..bukankah tuhan itu Maha Berkuasa?..tapi mengapa masih menuntut ibadah dari manusia dan jin?…

    any hujah,atau pendapat?..

    terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s