Puisi : Si Kerdil Butuh Waktu~!

Si kerdil terus melangkah berjalan

Ada kerut-kerut lembut diwajahnya

Terkenang jalan hidup pengembara dunia

Ada liku ada juga tompok-tompok hitam

Ada cahaya dan ada warna-warna indah

Diri si kerdil lalu bertanya kepada sang hati

“Aku hidup ini untuk apa ya”

Sang hati diam membisu

Membuat jantung deras berdenyut

Apa pantas lagikah diri menambah hitam warna hati

Sehitam titik-titik noda akibat dosa lalu

Indahnya hidup jika dihias pelangi

Ada warna warninya

Namun warnanya tidak segelap warna hitam si dosa

Pelangi itu warnanya indah dan tenang hati melihat

Indah hidup andai hatinya putih bersih

Dari saat dia lahir hingga saat kembali bertemu Tuhan

Namun si kerdil ini tidak bisa melawan

Hakikat hidup insan yang pasti ada sifat lupa alpanya

Si kerdil terkenang lagi

Patah-patah kata yang pernah dinukil

Pastinya dihitung oleh Yang Satu

Dan kata-kata tanpa amal itu

Pasti buat diri merasa azab pedih disana nanti

Si kerdil termenung lagi

Renung dosa dosa hitam saban saat masa berlalu

Gelak tawa tanpa batasan

Itu bukan amalan ahli syurga

Ahli syurga itu matanya mudah menangis bila mengadap Dia

Ahli syurga itu hatinya sentiasa pada Dia Yang Menciptakan insan

Ahli syurga itu tiada gelak tawa lagi dibibirnya

Kerana hati selalu menyesali dosa lalu

Namun bagi diri yang kerdil ini

Jika seharian masa itu berlalu untuk dunia

Mana perginya masa untuk mengingat akhirat

Jika seluruh masa diisi dengan gelak tawa perkara dunia

Mana lagi masanya untuk menangis menyesali dosa terkumpul

Kita yang menukilkan nasihat saban hari

Biarlah akhlak kita  jadi contoh ikutan

Bukan jadi bahan ketawa orang yang tidak layak mentertawa

Rupanya si kerdil ini butuh waktu

Waktu berehat sebentar dari gelak tawa untuk dunia

Rupanya si kerdil ini butuh waktu

Waktu mengadap Dia dan mohon kepada Dia

Bersihkan segala noda hitam yang si kerdil kumpul ini

Sepanjang menjadi manusia yang lupa dia ada Pencipta

Masih belum terlambat mungkin

Pergi jauh bawa diri dari dinding hitam ini

Agar dapat bawa diri kerdil ini ke muka pintu ilmu

Yang jadi pemberi cahaya buat jiwa kelam penuh dosa ini………

Si kerdil Mencari Tuhan;

27 september 2010;

11.23 pm;

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s